a little matter

It’s been so long!

halo! rasanya sudah lama bots ga nulis di sini. Bahkan aku lupa terakhir nulis kapan dan tentang apa (padahal mah dicek bentar doang juga bisa ketemu)

hemmm beberapa bulan yang luar biasa. Kadang terasa cepat sekali bahkan. Banyak adaptasi yang harus dilakukan juga. capek? sering. tapi ada yang bilang, “capek itu cuma dipikiran” jadi yaaaah harus ditekan. Selama masih ada keluarga sama temen temen ya capeknya harus bisa ditekan. yaaaah walaupun kadang cuma bisa menggumam dalam hati ga menerima apa yang terjadi, kadang juga menyendiri terus nangis sendiri (iya, maaf, terkadang saya gabisa sekuat itu buat ngejalanin ujian seberat ini. iya, maaf saya pake kata “seberat” karena emang seberat itu.) Tapi kata orang (juga) kalo manusia ga akan diuji melebihi kemampuannya. so I believe that I’m strong enough to conquer it all. Besides, I have people beside me to strengthen me whenever i fall

pada akhirnya takut buat nulis yang lebih panjang apa gimana, jatuhnya pasti curhat atau bahkan ngeluh berkepanjangan. Yaaah terkadang emang  kita butuh tempat untuk “bercerita” yang ia cukup menampung apa yang kita katakan tanpa komentar apapun.

deg! rasanya langsung tertegun baca RTan kakak kelas. Kurang lebih isinya begini “Musibah itu: mengecil jika dirahasiakan, membesar jika dikeluhkesahkan ; terurai jika diadukan pd Allah, merumit jika diumbar pd manusia.

Allahummak finahum bima syi’ta

dunno what to do and how to react. physically exhausted? hemmm so so, everybody gets exhausted. emotionally and mentally exhausted? Actually, two hundred percents. 

Allahumma yassir walaa tu’assir. Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlaa.

amin

Jeritan Kosong

Maaf untuk mempertanyakan

tapi mengapa Engkau ciptakan sakit ketika sehat itu membahagiakan?

Maaf untuk meragukan

tapi mengapa engkau ciptakan kesedihan ketika bahagia itu dinanti setiap orang?

Wahai Dzat Yang Membolakbalikkan hati, kepada-Mu aku berlindung

“Terlalu banyak alasan untuk tidak mengeluh, dan Allah punya cara-Nya sendiri untuk mengingatkan”
Maap sekali lagi

Sesungguhnya waktu kamu nanya maksudnya apa aku jauh jauh datang dan ngasih itu semua (kecuali sekawanan benda merah itu ya, itu di luar rencana dan ngebuat awkward entah kenapa), aku bohong kalau ga ada maksud apa apa. Sama kayak 8 tahun lalu, waktu “dia”, yang kata orang-orang istilahnya sahabat seperjuangan setempat duduk, nanya ke aku tentang “itu”, itu juga aku bohong.

Seperti yang aku bilang, sebenernya kemarin pengen banget cerita macem macem. Niatnya, rencananya, kalau emang sudah ketemu kemarin, lebih enak cerita apapun. Hemmm, terlalu banyak tekanan di sini, apalagi semester ini. Ini semester terburuk selama kuliah sepertinya. Mungkin roda emosinya emang lagi di bawah sih. Jahat sih emang, mau berbagi kesedihan doang, tapi rasa rasanya cuma kamu orang yang tepat buat dimintain saran, ga ada yang bisa untuk itu di sini. Seperti orang-orang di sekitarmu yang terinspirasi sama kamu, sekedar ngobrol ngalor ngidul yang menenangkan bahkan gapapa loh. Cerita ke orang rumah? aaah, sudah terlalu banyak yang harus dipikirin di sana. Sama halnya waktu 2 tahun lalu, waktu aku konflik sama orang di sini, aku langsung nelpon bahkan sampe nangis sendiri hahaha shame on me

Do’aku masih sama seperti yang diajarkan kak tris dulu kok. Jaga kesehatan kawan!

the one who had me learn what friendship is

lomba pertama kali yang diikutin full-team. pulangnya pada nangis nangis karena gagal juara

lomba pertama kali yang diikutin full-team. pulangnya pada nangis nangis karena gagal juara

memories

“pada akhirnya semuanya karena sugesti dan efek psikoligis”